DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI
DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Disusun untuk memenuhi dan melengkapi tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Oleh :
Ufie Nadhima
11.13.0186
JURUSAN AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
BANK BPD JATENG
SEMARANG
2015
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, dan
Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Harapan saya semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Makalah ini saya akui masih banyak
kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu
saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaannya.
Dalam
penulisan makalah ini saya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar - besarnya, kepada semua
pihak yang telah membantu saya dalam penyusunan ini yang tidak bisa saya
sebutkan satu persatu semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada
mereka amin yaa rabbal alamin.
Semarang, 8 Oktober 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat berkembang di
masyarakat. Umumnya Teknologi Informasi adalah sebuah teknologi yang
dipergunakan untuk mengelola data, meliputi didalamnya : memproses, mendapatkan,
menyusun, menyimpan, memanipulasi data dengan berbagai macam cara dan prosedur
guna menghasilkan informasi yang berkualitas dan bernilai guna tinggi.
Perkembangan TIK pun terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia.
Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi dapat memudahkan kita untuk
belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan
saja, dan dari siapa saja.
Teknologi Informasi dan Komunikasi seakan telah mendarah daging didalam
diri setiap manusia di era ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah
mengglobal mampu mencakupi segala aspek yang ada dalam kehidupan. Seiring
dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam segala aspek
kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan bahkan di dunia
pendidikan. Dalam bidang pendidikan, TIK banyak memiliki peranan. Kemajuan
teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu
pengetahuan.Teknologi Informasi seakan telah menjadi pengalihfungsian buku,
guru dan sistem pengajaran yang sebelumnya masih bersifat konvensional.
Teknologi informasi menyebabkan ilmu pengetahuan menjadi kian berkembang dan
berkembang. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi
kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam
melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi sudah
menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi - inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun, TIK juga
memiliki banyak kekurangan. TIK tidak hanya memberikan dapak positif, namun
juga memiliki dampak negative terhadap kehidupan, salah satunya yang menonjol
adalah di bidang pendidikan.
Berdasarkan
latar belakang masalah, maka permasalahan yang akan diidentifikasi dalam
makalah ini yaitu :
1.
Peranan dan dampak positif
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam bidang pendidikan.
2.
Manfaat internet sebagai sarana
TIK dalam bidang pendidikan.
3.
Dampak negatif TIK dalam bidang
pendidikan.
4.
Solusi dalam menangani dampak
negatif dari TIK dalam bidang pendidikan.
1.
Apa
Teknologi Informasi Komunikasi itu?
2.
Apa
arti Teknologi Informasi Komunikasi dalam dunia
pendidikan?
3.
Bagaimana
peran Teknologi Informasi Komunikasi dalam pendidikan?
4.
Apa
saja dampak positif dan negatif Teknologi Informasi Komunikasi dalam pendidikan?
5.
Apa
solusi yang tepat dalam menghadapi dampak negatif Teknologi Informasi Komputer?
TIK
adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan
yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya,
komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan
dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied
Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery
Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang
terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan
menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin
et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New
York rentice Hall]. Arti
Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya
saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan.
Di dunia pendidikan, banyak sekali lembaga
pendidikan yang telah berhasil mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam mendukung proses pembelajarannya. Dunia, saat ini sedang memasuki era
yang ditandai dengan gencarnya inovasi teknologi dan peluang ekonomi yang belum
pernah terbayangkan sebelumnya. Perubahan-perubahan besar terjadi dalam bidang
teknologi, politik, sosial dan ekonomi. Segala perubahan ini telah menyebabkan
terjadinya pergeseran dalam berbagai bidang yang antara lain adalah;
- Masyarakat industri ke
masyarakat informasi (kita masih berkutat dari masyarakat agraris ke
masyarakat industri).
- Teknologi yang dipaksakan ke
teknologi tinggi (hi-tech).
- Ekonomi nasional ke
perekonomian dunia.
- Kebutuhan jangka pendek ke
jangka panjang.
- Sistem sentralisasi ke
sistem desentralisasi.
- Bantuan ke lembagaan
berpindah ke swakarsa.
- Dari pola hirarchi ke
jaringan kerja (networking).
- Dari pilihan terbatas ke
banyak pilihan.
Menurut Budi Sutedjo (Eti Rpchaety, 2005),
gelombang teknologi dan informasi berkembang melalui beberapa tahapan sebagai
berikut :
- Gelombang Pertama,
Pemanfaatan TIK difokuskan untuk peningkatan produktivitas dan memperkecil
biaya.
- Gelombang kedua, TIK
difokuskan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan komputer melalui
pembangunan jaringan computer.
- Gelombang ketiga, TIK
difokuskan untuk menghasilkan keuntungan lewat pembangunan program sistem
informasi.
- Gelombang keempat, TIK
difokuskan untuk membantu proses pengambilan keputusan dari data
kualitatif.
- Gelombang kelima, TIK
difokuskan untuk meraih pelanggan (konsumen) melalui pengembangan jaringan
internet.
- Gelombang keenam, TIK yaitu
mengembangkan sistem jaringan tanpa kabel (wireless).
Teknologi Informasi berbasis pada disiplin
ilmu-ilmu Informatika, Teknik Komputer dan Manajemen Informatika yang semuanya
terikat dalam Komputasi. Komputasi berarti pekerjaan yang berkaitan
dengan aktivitas : hitung menghitung proses pengolahan, penyimpanan dan
penyampaian informasi, akibatnya tiap jaringan komunikasi beralih menjadi
sentral informasi dan bukan komputernya lagi. Pemanfaatan yang dulunya sangat
terbatas, kini telah memasuki kedalam katagori strategis, pengaruhnya pada kelangsungan
usaha tidak dapat dipungkiri lagi (PUSTEKKOM,2006).
Tekonologi informasi dari massa ke massa selalu
mengalami perkembangan yang pesat.
Kemajuan yang pesat dalam bidang elektronika menyebabkan kemampuan komputer
maju pesat dan cepat usang mengikuti Hukum Moore (Vide;Bill Gates, 1995 dalam
PUSTEKKOM) dimana :
- Kemampuan
chip komputer akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya.
- Perangkat
lunak semakin canggih.
- Batas
maya (virtual) tidak akan pernah tercapai.
Dalam dunia pendidikan, keberadaan sistem informasi
dan komunikasi merupakan salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari
aktivitas pendidikan. Dalam sebuah lembaga pendidikan harus memiliki komponen –
komponen yang diperlukan untuk menjalankan operasional pendidikan, seperti
siswa, sarana dan prasarana, struktur organisasi, proses, sumber daya manusia
(tenaga pendidik), dan biaya operasi. Sedangkan sistem komunikasi dan informasi
terdiri dari komponen – komponen pendukung lembaga pendidikan untuk menyediakan
informasi yang dibutuhkan pihak pengambil keputusan saat melakukan aktivitas
pendidikan (PUSTEKKOM,2006).
Peran-Peran TIK dalam dunia pendidikan :
- TIK
sebagai keterampilan (skill) dan kompetensi.
- TIK
sebagai infratruktur pedidikan.
- TIK
sebagai sumber bahan ajar.
- TIK
sebagai alat bantu dan fasilitas pendidikan.
- TIK
sebagai pendukung manajemen pendidikan.
- TIK
sebagai sistem pendukung keputusan.
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, akan mengatasi
masalah sebagai berikut :
1.
Masalah
geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia.
- Negara
Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan, daerah tropis dan
pegunungan hal ini akan mempengaruhi terhadap pengembangan infrastruktur
pendidikan sehingga dapat menyebabkan distribusi informasi yang tidak
merata.
- Mengurangi
ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan
negara berkembang dan negara maju lainnya.
- Akselerasi
pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan yang sulit
diatasi dengan cara-cara konvensional.
- Peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan
teknologi informasi dan komunikasi.
- TIK
akan membantu kinerja pendidikan secara terpadu sehingga akan terwujud
manajemen yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.
Dalam bidang pendidikan Internet telah memainkan
peranan penting dalam proses pembelajaran. Meskipun di dunia pendidikan
terdapat beberapa tantangan sebagai berikut :
1.
Proses
pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup lama.
- Setidak-tidaknya seorang
dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah dasar sampai perguruan
tinggi.
- Dalam pendidikan itu berlaku
prinsip “irreversibilitas”.
- Tantangan yang kita hadapi
di masa depan cendrung berkembang semakin kompleks, yang ditandai dengan
semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai
akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka. (PUSTEKKOM,2006).
e-Education, istilah ini mungkin sudah tidak asing bagi bangsa
Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan
TI di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah
diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa
banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet
memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika
Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan
Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya
jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet
banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak
untuk diselesaikan (Oetomo, B.S.D, 2002).
Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang
mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi TI di bidang Pendidikan salah
satunya adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saat ini di UPI, hampir
setiap Fakultas yang terdapat di UPI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh
masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena
problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon
mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi
tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya.
Bahkan saat ini telah berkembang digital library di kawasan kampus.
Inisiatif-inisiatif penggunaan TI dan Internet di luar institusi pendidikan
formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah
mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs
penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan
kegiatan tersebut contohnya plasa.com. dan SMA-net.com.
Selain untuk melayani Institut pendidikan secara
khusus, adapula yang untuk dunia pendidikan secara umum di Indonesia. Ada juga
layanan situs internet yang menyajikan kegiatan sistem pendidikan di Indonesia.
situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan
perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta
jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para
peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini adalah sebagai wadah untuk saling
berhubungan yang dapat menampung semua sektor utama pendidikan. Contoh dari
situs ini adalah www.pendidikan.net.
Selain penggunaan internet dalam dunia pendidikan,
usaha lain untuk penggunaan ICT dalam pendidikan antara lain diciptakannya
model-model pembelajaran ataupun media pembelajaran yang berbasiskan ICT, baik
berupa CD pembelajaran interaktif maupun modul-modul materi pembelajaran yang
bisa memberikan kemudahan pada peserta didik untuk memahami materi tersebut.
Saat ini juga banyak sekolah-sekolah yang memberikan fasilitas e-learning pada
siswanya. Dengan akses internet, siswa dapat mengakses e-learning dimana saja,
kapan saja. E-learning berisi modul-modul pembelajaran, adanya forum
diskusi yang memungkinkan untuk distance learning.
Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,
pemerintah Indonesia telah menggunakan ICT untuk memperluas kesempatan
pendidikan, untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, dan
meningkatkan efisiensi sistem pendidikan. Sampai tahun ini, berbagai upaya
untuk menggunakan ICT dalam pendidikan antara lain :
1. E-learning
Mulai dari tahun
2002, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom)
bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Menengah, dan Direktorat Pendidikan
sedang mengembangkan e-learning program yang disebut “e-dukasi”. Tujuan dari
program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah
dan tingkat sekolah kejuruan melalui penggunaan internet. Pada tahap awal ini,
bahan pembelajaran sedang dikembangkan untuk mata pelajaran berikut:
Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Elektronika, dan Teknologi Informasi.
2. Kursus Online
Beberapa perguruan
tinggi telah memberikan kuliah melalui internet untuk beberapa kursus. Misalnya
saja di UPI, di dalam e-learning ada course-course atau kursus online untuk
mata kuliah tertentu. Dimana dosen dan murid tidak tatap muka atau menerapkan
distance learning.
3. Tutorial Online
Salah satu
penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan di pendidikan tinggi adalah
untuk tujuan tutorial lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh.
4. Joint Research
Sebagai media yang
menyediakan untuk kolaborasi melalui penggunaan teknologi informasi, penelitian
bersama program telah dilakukan.
5. Perpustakaan Elektronik
Saat ini, ada
jaringan perpustakaan elektronik yang disebut Bahasa Indonesia Digital Library
Network yang merupakan jaringan perpustakaan elektronik dari perpustakaan pusat
ITB (Digital Library), yang Pasca Sarjana Studi Perpustakaan ITB, Lembaga
Penelitian ITB, Universitas Indonesia Timur Pembangunan proyek (dalam proyek
CIDA), Universitas Brawijaya Malang Central Library, Universitas Muhammaddiyah
Malang dan The Central Bank Data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),
Jakarta. Indonesia Digital Library Network ini dimaksudkan untuk mendukung
upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan perguruan tinggi, untuk
meningkatkan pertukaran informasi antar lembaga pendidikan tinggi dan
lembaga-lembaga penelitian di Indonesia.
7.
Computer
Assisted Instruction (CAI)
Ini adalah off-line program instruksi sehingga
tidak tergantung pada akses ke internet. Pusat Teknologi Informasi dan
Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah mengembangkan instruksi dibantu
komputer bahan belajar untuk berbagai subject matter dan kursus. Ini adalah
bahan pembelajaran interaktif dimana siswa dapat belajar pada / dirinya sendiri
dengan sedikit bantuan dari guru / dosen.
Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal
dan di jalankan dengan baik dan benar, berikut ada beberapa metoda pemecahan
masalah agar dampak negatif dari TIK dapat tertanggulangi.
- Mempertimbangkan pemakaian
TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus
dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis
untung ruginya pemakaian.
- Tidak menjadikan TIK sebagai
media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak
hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak,
tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke
perpustakaan.
- Pihak-pihak pengajar baik
orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam
ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan
etika.
- Pemerintah sebagai pengendali
sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja
yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di
dunia maya.
Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai
mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat
demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini
informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. Kita harus
mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan
baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa
jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan denagn teknologi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu semua
bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi,
presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi).
Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi. ICT bukan lagi mejadi asing dalam dunia pendidikan tetapi sudah menjadi
penting dan sangat mendukung dalam dunia pendidikan. Salah satu bukti
pentingnya ICT adalah untuk pemerataan pendidikan dengan kondisi geografis
Indonesia yang luas sangat diperlukan ICT. Beberapa dampak positif yang
diperoleh dengan adanya ICT dalam dunia pendidikkan antara lain :
1. Memberikan kemudahan terhadap dunia pendidikan
dalam pencapaian tujuan pendidikannasional
Indonesia secara umum.
2. Meningkatkan mutu pendidikan karena dengan ICT
dapat dengan mudah menerima informasi baik dari dalam maupun dari luar negeri.
3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
yang merupakan produk dari dunia Pendidikan dll.
-
www.file.upi.edu
diakses tanggal 30 Oktober 2010
-
Eti
Rochaety, dkk, 2005, “ Sistem Informasi Manajemen Pendidikan”, Bumi
Aksara, Jakarta
-
Harina
Yuhetty dan Hardjito, 2004, edukasi net pembelajaran berbasis internet : tantangan dan peluangnya dalam Mozaik Teknologi Pendidikan (Dewi salma dan Eveline Siregar), Kencana Media Group dan
Universitas Negeri Jakarta.
-
Idris,
Naswil, 2001, “Pengembangan dan Peranan Sumber Daya Manusia di Era Teknologi
Informasi”,Semarang
-
Oetomo,
B.S.D, 2002, e-Education Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan,
Penerbit Andi, Yogyakarta.
-
Implementasi
ICT dalam Proses Pembelajaran. LPMP Bandung.
-
PUSTEKKOM,
2006, “Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information Communication
Technology)”
-
Ayu,
Diah. ICT dalam pendidikan, 2008. Jakarta
-
Munir,
Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Dunia Pendidikan di
Indonesia.
-
Siahaan,
Sudirman. “E-learning (Pembelajaran Elektronik) sebagai salah satu alternatif
kegiatan pembelajaran. http://www.depdiknas.go.id. Di akses tanggal 2 November
2010
-
Setiawan,
Wawan. 2009. Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. UPI Press. Bandung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar